Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Travel Trend Magz

Blog EntryJun 29, '09 5:56 AM
for everyone
Kesehatan mata telah menjadi perhatian khusus pemerintah Hindia Belanda pada 3 Januari 1909. Saat itu resmi berdiri Koningin Wilhemina Gasthuis voor Ooglijders, tempat berobatnya para tuan dan noni Belanda yang tinggal di kawasan Bandung. Setelah 100 tahun berlalu, rumah sakit itu masih tegak berdiri dengan nama Rumah Sakit Mata Cicendo (RSMC) Bandung. Kini RSMC bukan lagi sekedar rumah sakit mata biasa. Dalam satu tahun sekitar 100.000 pasien telah ditangani. Layanan 24 jam pun telah lama ada seperti bedah tindakan, gawat darurat mata, apotik khusus mata, dan ambulan.

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, yang baru-baru ini berkunjung ke RSMC (www.cicendoeyehospital.org), terkagum-kagum. “Saya bangga sekali dengan fasilitas canggih ini. Kalau demikian, untuk apa berobat mata ke luar negeri. Disini sudah tersedia peralatan canggih dan dokternya berpengalaman. Apalagi fasilitas Cicendo LASIK Center sudah mumpuni.”

Kekaguman Menkes memang pantas. RSMC Bandung memang sudah banyak meraih pencapaian gemilang, a.l. pengakuan sebagai Pusat Rujukan Kesehatan Mata Nasional sejak 1992.

Kini,  Dr. M. Kautsar Boesoirie SpM.MM, Direktur Utama RSMC, mencanangkan visi menjadi rujukan dunia. Untuk mewujudkan visi itu,  sudah disiapkan 438 karyawan, termasuk 38 dokter spesialis mata dengan sub spesialisasinya masing-masing, 1 dokter spesialis anestesi, 1 dokter spesialis patologi klinik, 1 dokter spesialis dalam, tenaga perawat dan tenaga administrasi yang telah melalui jenjang keahlian prima.

Alhasil untuk urusan LASIK dokter, perawat, refraksionis optisien (RO), dan teknisi  serta peralatan yang digunakan telah berlisensi internasional. Peralatan di RSMC, terutama yang paling canggih dalam pengobatan mata dunia sudah di-approved oleh FDA (Food and Drugs Association) dan NASA (National Aero Space of America) AS sebagai rujukan medis world class. Mesin ini hanya ada tiga di Indonesia.  

Poliklinik Paviliun
RSMC Bandung semakin lengkap dengan beroperasinya paviliun yang berkelas dan ekslusif sejak 2001 lalu. Pada paviliun ini tersedia berbagai fasilitas mulai pemeriksaan pasien Refraktometer, Non Contact Tonometer, Perimeter Octopus, Biometri, Ultrasonografi Mata, Topografi Kornea, Nd Yag Laser, Argon Laser, Foto Fundus, FFA, OCT, dan Humprey. Bisa dikatakan pelayanan di Paviliun adalah One Stop Service.

Tindakan LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis) beberapa tahun belakangan mulai banyak peminatnya. Kelas menengah masyarakat kita telah banyak yang meliriknya. “Saya sebelumnya membawa anak pertama saya ke Boston, Amerika Serikat, karena katanya disana bagus untuk tindakan LASIK. Tahunya, biasa saja lagi pula amat mahal. Akhirnya anak kedua saya bawa kesini saja. Apalagi dokternya lebih telaten dan peralatannya juga sama canggih dengan mereka”, ujar Elviania (39) dari Surabaya yang membawa putra keduanya yang ingin “berLASIK” seperti kakaknya. Menurutnya, layanan dokter disini lebih familiar, dan biaya jauh lebih hemat.

Menurut Tantra, Vokalis band NUMATA, berkomentar: ”Sebelumnya kedua mata saya mempunyai minus 6,5. Setelah menjalani tindakan LASIK di RSMC, kembali normal dan tidak perlu menggunakan kacamata lagi.”* (inx/hs).


griyakamihomecare wrote on Apr 15, '10
Dear Majalah Travel Trend, titip informasi ya bagi yang membutuhkan..
Silahkan kunjungi web kami di http://homecare.griyakami.com atau hubungi GriyakamiHomecare Jln. Brantas No.7 Bandung jika ada teman yang
membutuhkan sewa hospital bed, oksigen,mattrass anti-decubitus,membuat
kursi roda custom-made dll. Terimakasih-Salam sehat selalu.
Add a Comment